admin on December 2nd, 2008

Forum Anggota Muda (FAMPII) PII telah sukses menyelenggarakan Training Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 dan K3 OHSAS 18001:2007 pada hari Sabtu dan Minggu, 15-16 November 2008, di kantor pusat PII, Jl. Halimun no. 39 Jakarta. Materi training ini ditujukan untuk kalangan mahasiswa dan fresh graduate Teknik sebagai fase pengenalan dan interpretasi dasar atas kedua materi tersebut.

Hari I (Sabtu, 15 November 2008) - Training ISO 9001:2000

(gambar kiri: Trainer, Ir. Yuwono D. Sucipto; gambar kanan: suasana kelas Training)

Acara ini diikuti sekitar 60 peserta Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta. Acara dimulai pukul 09.00 wib dan dibuka oleh Ketua FAM PII, Ir. Ahmad Tahir Rahim, MT dan langsung dilanjutkan dengan materi training pengenalan dan interpretasi ISO 9001:2000 oleh Ir. Yuwono D. Sucipto, MM.

ISO 9001:2000 merupakan Quality Management Systems yang ditujukan untuk perusahaan manapun yang merancang, membangun, memproduksi, memasang dan/atau melayani produk apapun atau memberikan bentuk jasa apapun. Standar ini memberikan daftar persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah perusahaan apabila mereka hendak memperoleh kepuasan pelanggan sebagai hasil dari barang dan jasa yang secara konsisten memenuhi permintaan pelanggan tersebut. Implementasi standar ini adalah satu-satunya yang bisa diberikan sertifikasi oleh pihak ketiga.

ISO mencatat perhatian terhadap sertifikasi sering kali menutupi fakta bahwa terdapat banyak sekali bagian dalam kumpulan standar ISO 9000. Suatu organisasi akan meraup keuntungan penuh ketika standar-standar baru diintegrasikan dengan standar-standar yang lain sehingga seluruh bagian ISO 9000 dapat diimplementasikan.

Acara ditutup oleh Ketua FAM PII dan diakhiri dengan foto bersama antara peserta, trainer, dan panitia.

Hari II (Minggu, 16 November 2008) - Training K3 OHSAS 18001:2007

(gambar kiri: Trainer, Ir. Addin Bahtiar; gambar kanan: suasana kelas Training)

Seperti halnya Hari I, Training Hari II dipenuhi peserta dari berbagai Perguruan Tinggi di Jakarta. Pemateri kali ini adalah Ir. Addin Bahtiar.

OHSAS 18001 merupakan standar penerapan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang dibuat oleh beberapa lembaga sertifikasi dan lembaga standarisasi kelas dunia seperti BSI (British Standard International). Standar OHSAS 18001:1999 yang dibuat dengan mengadopsi BS 8800, AS/NZ 4801 dan DNV OHSMS 1997 ini digunakan sebagai patokan dalam menyusun suatu system manajemen yang berfokus untuk mengurangi dan menekan kerugian dalam kesehatan, keselamatan dan bahkan properti.

Dalam pelatihan kali ini, para peserta diajak mendiskusikan dan berlatih memahami faktor-faktor yang telah di rancang pada tiap elemen serta proses-proses yang harus dilakukan untuk memastikan kinerja SMK3 bisa berjalan efektif.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari pelatihan ini, hal yang sangat penting adalah tiap peserta dapat dengan terbuka menyampaikan pengetahuan dan pengalamannya kepada yang lain. Interaksi dalam kelas cukup terjalin dengan optimal.

Acara ini diakhiri dengan foto bersama antara peserta, trainer, dan panitia.

4 Responses to “Rekaman Training ISO & OHSAS - November 2008”

  1. Tanggapan tentang trainning sertifikasi ISO. Materi trainning saya kira bagus untuk diterapkan di tempat kerja masing-masing. Akan tetapi kalau kita harus mempunyai sertifikat ISO 9001 atau yang lain, hendaknya dipikirkan masak-masak. Bisakah kita meningkatkan kinerja kita dalam berbagai aspeknya tanpa harus mengikuti sertifikasi ISO ? Kalau jawabannya dapat, saya kira bagus. Kita tidak perlu mengalokasikan uang yang cukup banyak untuk sertifikasi itu. Uangnya dapat digunakan untuk meningkatkan bonus bagi pegawai-pegawai saja. Ini akan lebih baik. Menurut bayangan saya, untuk mendapatkan sertifikat ISO kan harus membayar uang yang tidak sedikit. Sudah begitu jangka waktunyapun juga terbatas. Pada saatnya nanti sertifikat ISO harus di renew, kita harus membayar lagi. Semakin banyak perusahaan yang mengikuti sertifikasi ISO, perusahaan yang mengeluarkan sertifikat itu semakin senang kan ? Pada hal perusahaan pemberi serfikat ISO adalah perusahaan di sana. Mereka semakin kaya saja, dan kita semakin diperas saja, bukannya begitu ? Lebih baik kalau kita meningkatkan kinerja, agar konsumen tidak lari, namun tidak perlu mengikuti sertifikasi ISO. Mohon direnungkan.
    Cukup sekian dulu.

    komentar dari

    T. Haryono
    Jurusan Teknik Elektro
    Fakultas Teknik UGM
    Yogyakarta.

  2. Terimakasih atas tanggapannya Mas T. Haryono,

    Sertifikasi ISO untuk perusahaan bukanlah suatu hal mutlak yang harus dipenuhi. Semua tergantung kemampuan dan kemauan Perusahaan tersebut untuk mendapatkan sertifikasi.

    Menurut saya, sertifikat ISO cukup penting sebagai acuan kinerja Perusahaan. Selain itu, setahu saya, di dunia konstruksi, sertifikat ISO saat ini menjadi salah satu syarat dalam mendapatkan kontrak kerja, terutama dari owner perusahaan multinasional dengan skala yang besar.

    Saya setuju dengan pendapat Anda, akan menjadi hal yang bagus jika kita bisa meningkatkan kinerja kita tanpa harus mengikuti sertifikasi ISO. Namun, seperti yg telah saya sebut diatas, Sertifikasi ISO menjadi kebutuhan yang penting jika ingin bersaing di pasar global. Perusahaan yang mengeluarkan serifikat ISO pun juga tidak sembarangan dalam memberikan assesment.

    Semuanya tetap kembali ke manajemen perusahaan masing-masing, mau ikut sertifikasi ISO atau tidak.

    Kalau di pelatihan kali ini, kami mencoba mengenalkan kepada mahasiswa & fresh graduate, apa itu Sistem Manajemen Mutu ISO, dengan biaya yang terjangkau pula.

    Ini pendapat saya pribadi lho..

    Arinova - Alumni JTS FT UGM

  3. Terima kasih atas komentar dari Bapak T.Haryono dan Bapak Arinova.

    Salam kenal!

    Saya sedikit ingin menambahi komentar dari Bapak-bapak sekalian, sebenarnya pendapat Bapak-bapak tersebut benar adanya, untuk sertifikasi ISO 9001 tergantung dari perusahaan yang akan sertifikasi tersebut, bergerak dibidang apa perusahaan tersebut, hal ini saya sampaikan karena jika suatu perusahaan memproduksi suatu jenis barang yang akan dikonsumsi oleh negara lain khususnya negara-negara di Eropa maka mayoritas konsumen (biasanya perusahaan juga) akan mempersyaratkan perusahaan eksportir tersebut menerapkan sistem manajemen mutu agar mereka dapat memastikan perusahaan eksportir tersebut mempunyai sistem yang baik dan telah direkomendasi oleh Badan Sertifikasi. Contoh : saya pernah berkunjung di Cikarang salah satu perusahaan yang memproduksi plastik setengah jadi yang akan diekspor ke perusahaan yang ada di Belanda dan Swedia untuk diproses lebih lanjut menjadi barang jadi. Perusahaan yang ada di Belanda dan Swedia tersebut akan membeli produk dari perusahaan yang ada di Cikarang dengan salah satu persyaratannya adalah perusahaan yang ada di Cikarang harus menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 dengan memperoleh pengakuan dari badan sertifikasi, dengan kata lain perusahaan yang ada di Cikarang tersebut harus mempunyai sertifikat ISO 9001 untuk mengekspor hasil produksinya.
    Nah untuk kasus ini perusahaan harus mempunyai sertifikat ISO, perlu juga saya sampaikan untuk perusahaan yang akan kredit apalagi kredit dengan bank diluar negri (ADB contohnya) akan lebih mudah disetujui jika kita menerapkan ISO yang bersertifikat.

    Disisi lain ada juga perusahaan yang pelanggannya tidak mewajibkan perusahaan tersebut menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 yang bersertifikat yang penting hasil produknya dapat memenuhi keinginan dan kepuasan pelanggan, nah mungkin perusahaan seperti ini yang nggak harus bersertifikat namun harus memiliki komitmen yang kuat baik dari manajemen atas sampai karyawan sekalipun sehingga tercipta sistem manajemen yang baik yang bertujuan dapat memenuhi keinginan dan kepuasan pelanggan.

    Bukankah Sistem Manajemen Mutu ISO bertujuan untuk memenuhi keinginan pelanggan agar tercipta kepuasan pelanggan dengan sistem yang baik.

    Jadi sedikit disimpulkan bahwa untuk perusahaan harus bersertifikat atau tidak maka terpulang kepada perusahaan itu sendiri.

    Jika Bapak ada masukan-masukan, dengan senang hati akan saya terima.

    Wasalam

    Ewin Putra
    ewinputra@yahoo.com

  4. salam kenal bapak2 sekalian. nama samuel silitonga dan sekarang sedang menyelesaikan study saya untuk S1 safety.pak kapan lagi ngadain training mohon dikabari ya pak. Terimakasih .

Leave a Reply